Al- Jazeerah Signature Bandung

Hai.. hai.. Selamat Hari Raya Idul Adha bagi umat muslim yang merayakaan! YEAY! MAKAN DAGIIIING! Inget Kolestrol dikontrol ya.. *eh

Well.. Kayanya kalau Idul Adha gini sudah pasti identik dengan perdagingan dong ya? Siapa yang gak doyan daging coba? Aku. *Loh.. haha Doyan kok. Daging Ayam doang tapinya. Hihi.

Karena hidung yang sensitif ini, gue selalu punya kebiasaan kabur dari rumah setiap kali idul adha. Tepatnya adalah setelah acara penyembelihan hewan qurban. Gak tahan baunyaaaaaa. Haha. Kebetulan, kemarin sore gue diajak untuk makan daging. Iya, daging.. Sebagai anak kos yang juga ingin merasakan makan daging, Teh Ratri mengajak gue untuk makan di Al Jazeerah Signature Bandung. Jawaban gue? Oh jelas, gue mengiyakan! Mana pernah gue yang doyan makan ini menolak ajakan untuk makan.  Hahaha. Tapi gue iyakan setelah gue mencari tahu dong, ada yang bisa gue makan atau enggak di resto itu. At least, di resto ini juga ada ayam, ya gue oke oke aja lah. Akhirnya, gue langsung ngacir nyusulin ke Al Jazeerah. Oh iya, ini pertama kalinya gue ke sini. Dari namanya aja udah kebayangkan kaya apa resto ini? Yak! Restoran Sunda. HEH! MANA ADA RESTORAN SUNDA! JELAS JELAS INI RESTO MIDDLE EAST! Hih. Pertama gue sampai tempatnya, dari luar sudah terlihat mewah. Sampai akhirnya di pintu masuk gue lumayan terkagum-kagum sih. Tempat ini emang punya kesan mewah. Waktu gue masuk, tempat ini udah lumayan ramai. Bukan lumayan sih tapi emang ramai banget. Kebanyakan datang bareng keluarganya, yang makan di sini juga ada dari berbagai kalangan. Ternyata cukup banyak yang suka dengan masakan middle east ini. Gue sempat ragu akan suka dengan masakan-masakan yang -udah gue pikir pasti punya rasa rempah yang kuat. Maklum idung sama lidah kelewat sensitif. Untung aja perut masih bisa kekontrol nih. Hati juga lah ya.. *eh

Gue yang bingung mau makan apa karena nama menunya aneh-aneh dan fotonya bikin ngiler semua tapi kebanyakan daging kambing yang gak bisa gue makan, akhirnya memutuskan untuk pesan Shawarma. Kalau di sini biasa kita sebut kebab. Hahaha.  Jelas gue pesan Shawarma Chicken dong ya. Rasanya gimana? Rasanya kuat dan apa yaa? ‘kaya rasa’. Kalau orang sunda bilangnya ‘Lekoh’. Ayamnya yang lembut diolah dengan saus atau bumbu kari dan agak sedikit pedas. Pedas anget gitu sih tapi. Selain ayam yang diolah dengan bumbu kari, di dalam Shawarma ini juga ada timun, tomat, lettuce, onion, dan paprikanya. Cuma dipesanan gue minta untuk gak pakai paprika karena gak doyan. Hehe. Harga untuk Shawarma Chicken ini Harganya Rp. 48.000.

Shawarma Chicken
Shawarma Chicken

Ada menu lain yang dipesan Teh Ratri. Small Mandhi Lamb. Nah sayangnya gak sempet gue foto itu kambingnya. Jadi pesanan ini sempat salah dating, bukan kambing tapi ayam. Setelah foto-foto dan mau makan, baru ngeuh kalau yang dipesan itu lamb bukan chicken. Tapi akhirnya dituker dagingnya sama waiters-nya. Baik syekali, masnya! Nah Mandhi ini untuk porsi makan kenyang karena ini nasi dan nasinya empuk sekaliiii. Padahal ngeliat menu dengan nasi ukuran besar gitu, yang ada dibayangan gue nasinya akan keras-keras. Tapi ternyata enggak! Nasinya empuk. Enaaaak! Gue bisa bilang karena sempet icip sedikit. Hihi. Mandhi ini ada ukuran Small dan Reguler. Untuk yang Small Mandhi Lamb Harganya Rp. 75.000.

Small Mandhi Chicken
Small Mandhi Chicken

Selain itu, kami juga pesan camilan. Chicken Moroccan Bastilla. Ayamnya lembuuut, dan bumbunya gak jauh beda dengan Shawarma. Ada rasa karinya tapi ada sedikit manis karena dikasih taburan tepung gula dan bumbunya lebih kering disbanding Shawarma yang lebih berminyak. Kalau menurutku kaya semacem martabak ayam versi elit dan enak banget gitu lah. Hahaha. Peace! Chicken Moroccan Bastilla ini pas masuk mulut crunchy karena kulitnya yang garing, tapi ayamnya lembut banget. Rasanya perpaduan gurih dan sedikit manis dari gula, bikin nagih dan gak eneg. Nyam! Harga Chicken Moroccan Bastilla ini Rp. 77.000-,

Chicken Moroccan Bastilla
Chicken Moroccan Bastilla

Untuk minumnya kami pesan Damask Rose dan Hot Ginger Tea. Damask Rose ini ice soda, strawberry dan mint. Harga untuk Damask Rose sendiri Rp. 48.000. Nah beda sama Hot Ginger Tea, karena gue lagi batuk akhirnya memesan minuman ini. Jadi ini bukan sembarang the Jahe sih, rasa jahenya kuat banget karena ini memang the yang dibuat dengan rebusan air jahe. Bukan sekedar ada rasa jahenya gitu loh. Harga untuk Ginger Tea (cup) ini Rp. 38.000.

Damask Rose
Damask Rose

Gak makanan, gak minuman. Di Aljazeerah ini rasanya emang semua gak tanggung-tanggung. Kaya banget rempahnya. Mungkin untuk kamu yang punya perut sensitif harus sedikit pinter pilih-pilih menu di sini. Salah-salah perutnya gak kuat dengan rasanya yang kaya rempah kan gimana yaaa.. hihi.

Ambience di tempat ini juga cukup cozy, cuma ada sedikit yang melenceng dari tema aja sih. Musiknya paka Organ tunggal dan ketika pertama gue masuk, masnya lagi dangdutan. Hahaha. Gak selalu sepanjang hari dengan organ tunggal sih, sesekali mereka pasang lagu yang sesuai dengan tema resto mereka. But, Hey! Worth to visit kok. Makan di sini emang enak rame-rame biar seru sih.. Hihi.

Info:

Al-Jazeerah Signature Bandung

Jl. Ternate No. 3, Citarum, Bandung.

Open Hours: 10am – 1am

Harga: Rp. 50.000-200.000 (termasuk pajak)

022-4200288

 

 

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *